Manfaat & Aturan Bersedekah

Manfaat & Aturan Bersedekah

Infak adalah isti­­lah dalam Agama islam yang berarti pemberian / amal seseorang kepada orang lain secara su­­ka bersedia, seperti contohnya mengeluarkan har­ta dengan panduan mencari ridho dari Yang mahakuasa SWT. Namun sedekah seorang diri artinya luas, ti­dak hanya mengeluarkan rezeki. Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa: “Se­ga­la bentuk reputasi adalah sedekah” (HR Muslim).

 

Anjuran dalam bersedekah untuk kaum Muslimin juga terdapat di dalam Alquran, yakni: ‘’Tidak ada kebaikan di kebanyakan bi­si­kan-bisikan mereka, selain bisikan-bisikan daripada orang yang menyuruh (manusia) mem­be­ri bantuan, atau melakukan ma’ruf atau menga­da­kan perdamaian di antara oknum. Dan ba­rang­siapa yang mengamalkan demikian karena men­cari keridhaan Allah, oleh sebab itu kelak Aku akan melepaskan kepadanya ganjaran yang gede. ’’

 

sedekah-sedekahManfaat bersedekah pun banyak. Mula-mula se­per­ti yang sudah dijelaskan di dalam Kitab suci alquran: “Orang-orang yang menafkahkan har­ta­nya di malam dan di siang perian secara ter­sem­bunyi dan terbuka, maka mere­ka mendapat ganjaran di bingkai Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran tentang mereka serta tidak (pula) mereka murung. ”

 

Ke- manfaat sedekah , Nabi Muhammad juga SAW ber­sab­da: “Bersegeralah bersedekah, benih ba­la bencana tidak pernah bisa mengikuti sede­kah (HR Imam Baihaqi). ” Ketiga, “Sedekah da­pat menghapus lemah sebagaimana tirta me­ma­damkan obor (HR Tirmidzi). ” Keempat, Men­da­pat panji-panji di perian kiamat. Rasulullah SAW berfirman, “Seorang yang bersedekah de­ngan tangan kanannya, ia memeram amal­nya itu sampai-sampai tangan kirinya bukan menge­tahui segalanya yang disedekahkan oleh ta­ngan kanannya (HR. Bukhari). ”

 

Namun bersedekah pun pun ada sistem cara­nya agar sedekah yang diberikan benar-benar da­pat jadi amal yang baik. Menzakatkan ha­rus dari hasil yang halal, segala perkara alias uang yang kita sedekahkan kepada lingkaran yang mencita-citakan mesti berisi daripada hasil yang lulus. Karena, rezeki yang lulus akan meng­gu­gurkan dosa serta mendatangkan ganjaran. Seki­ranya seseorang bersedekah beserta harta yang haram, dia tidak akan memperolehi seba­rang kebaikan kecuali kesengsaraan kerana menyampaikan se­­sua­tu yang haram menurut orang unik.

 

Sedekah dengan niat yang ikhlas. Maksudnya ada­lah infak dengan seikhlas hati, bukan mengung­kit, mengomel, membidas dan menyakiti hati orang-orang yang menerima sedekah karena per­bua­tan ini haram serta akan merosakkan niat ber­se­­dekah. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 264 ber­mak­sud, Allah sudah membandingkan orang yang meninggikan dalam amalan sedekahnya se­per­­ti “Batu seput yang terdapat tanah diatasnya, kemu­dian kerikil itu ditimpa hujan lebat. Setelah tahi angin re­da, kerakal itu sudah licin dan tiada lagi tanah di atas­nya. Demikian juga dengan orang yang kafir dan riak. Mereka gagal merekam satu persembahan pa­ha­la daripada apa yang sudah diusahakan. Dan ingatlah bahawa Allah tidak akan memberi pe­tun­juk kepada kerabat kafir. ”

 

Terakhir, sedekah untuk merahmati diri dan har­ta. Surah Al-Taubah artikel 103 membuktikan ba­ha­wa, “Ambil sedekah dari harta tersebut un­tuk mencabut dan menulenkan mereka, & doakanlah tersebut. Sesungguhnya ciri kau ini menjadi ketenangan hati itu. Allah Sungguh Mendengar sedang Maha Mengetahui. Ayat itu mewakili 2 perkara terpenting iaitu jasad yang mesti disedekahkan serta sebab dalam bersede­kah. Sedekah bertujuan mencabut jiwa dan har­ta yang dimiliki. ”

 

Sedekah meski sekadar melepaskan, amalan itu mempunyai banyak manfaat yang perlu member ke­ta­­hui. Kepentingan sedekah tak hanya dirasakan oleh penerima atau sebelah yang kita beri infak, na­mun moral sedekah ini juga bisa kita ra­sa­kannya. Amalan infak sangat digalakkan da­lam Islam, karena member mampu memberikan ke­se­nangan dan kebahagiaan kepada pihak yang me­mer­lukan. Sungguh lagi lawan golongan yang betul-betul menitikberatkan bantuan.